Amazon memperluas rangkaian alat periklanan dan dukungan pemasaran untuk penjual yang memasarkan software, SaaS, dan layanan di marketplace-nya, dengan menonjolkan fitur akuisisi pelanggan, ulasan, serta integrasi “Buy with AWS” di AWS Marketplace. Langkah ini menegaskan fokus perusahaan pada efisiensi promosi produk dan percepatan proses pembelian, di saat kompetisi di platform e-commerce B2B makin ketat dan vendor dituntut membuktikan ROI dari belanja periklanan mereka.
Amazon menajamkan strategi pemasaran penjual lewat GTM Academy dan aturan promosi
Di kanal sumber daya AWS Marketplace, Amazon menempatkan “180-day GTM Academy” sebagai materi go-to-market swalayan yang bisa diakses penjual melalui portal manajemen. Program ini dirancang untuk membantu penjual membangun kampanye demand generation, mengaktifkannya, lalu melacak performanya, sekaligus mendorong penjual mengintegrasikan proposisi nilai AWS dan Marketplace ke pesan pelanggan.
Di lapangan, penyesuaian ini terasa seperti “standarisasi bahasa pemasaran” di ekosistem marketplace. Vendor didorong memusatkan narasi pada manfaat pelanggan—mulai dari kemudahan menemukan dan membandingkan solusi, hingga mekanisme billing yang masuk ke tagihan AWS. Bagi penjual yang mengandalkan jualan online B2B, konsistensi pesan ini penting karena pembeli enterprise cenderung menuntut detail implementasi dan struktur biaya yang jelas sebelum menekan tombol beli.
Amazon juga memperketat proses publikasi materi komunikasi yang menyebut AWS Marketplace. Untuk blog, unggahan media sosial, atau pengumuman non–press release, penjual diminta mengajukan peninjauan terlebih dulu melalui manajer akun AWS agar selaras dengan pedoman merek dan “suara” AWS; waktu peninjauan disebut dapat memakan hingga 10 hari kerja. Untuk siaran pers yang merujuk AWS Marketplace, peninjauan dan persetujuan Amazon menjadi prasyarat sebelum dipublikasikan.

Buy with AWS memperluas corong akuisisi di luar marketplace
Di sisi akuisisi, Amazon menonjolkan “Buy with AWS” sebagai cara bagi penjual AWS Marketplace untuk menampilkan dan menjual produk mereka langsung dari situs web sendiri. Integrasi ini menggunakan tombol call-to-action dan API, sehingga pengalaman penemuan dan pengadaan tetap “ditenagai” AWS Marketplace—mulai dari pencarian daftar produk, akses ulasan, permintaan harga khusus, hingga pembelian memakai akun AWS pelanggan.
Tombol yang disediakan mencakup opsi seperti “Buy with AWS”, “Try free with AWS”, hingga “Request private offer”. Bagi vendor SaaS, tombol-tombol ini dapat mengubah halaman produk di situs mereka menjadi pintu masuk transaksi yang lebih cepat: pengunjung tak harus memulai dari halaman marketplace, tetapi tetap berakhir pada proses checkout yang memanfaatkan akun AWS yang sudah dimiliki organisasi pembeli.
Implementasi ini disertai mekanisme kontrol merek. Penjual diminta mengajukan “branding review” melalui tiket dukungan di portal manajemen, menyertakan URL implementasi serta tautan sandbox atau mockup agar tim operasi mengevaluasi kepatuhan pada pedoman branding. Setelah terpasang, penjual memperoleh akses ke metrik corong konversi melalui dashboard “Buy with AWS metrics”, baik di portal AWS Marketplace maupun melalui AWS Partner Central bagi akun yang ditautkan.
Dalam praktik strategi pemasaran digital, memperluas sumber traffic menjadi tema yang makin menonjol. Penjual yang serius menggarap konten video pendek, misalnya, cenderung mengarahkan audiens dari kanal sosial ke halaman produk yang siap transaksi. Sejumlah pelaku memanfaatkan format video sebagai etalase singkat—sebuah pendekatan yang sering dibahas dalam ekosistem pemasaran digital, termasuk pada ulasan tentang video pendek seperti TikTok sebagai solusi video pendek, sebelum akhirnya mendorong klik menuju halaman pembelian.
Ulasan, penautan langsung, dan billing AWS jadi kunci peningkatan penjualan
Amazon menekankan bahwa AWS Marketplace memudahkan pelanggan menemukan, membandingkan, dan segera menjalankan software yang berjalan di AWS, termasuk melalui mekanisme deployment cepat seperti “1-Click”. Dari sisi pembelian, struktur biaya dipasang jelas di situs, dan biaya software muncul pada tagihan AWS yang sama dengan infrastruktur—sebuah detail yang sering menjadi penentu bagi tim procurement karena menyederhanakan administrasi.
Untuk memperkuat visibilitas listing, penjual juga bisa memanfaatkan fitur ulasan. AWS Marketplace memungkinkan pelanggan memberikan ulasan dan rating bintang lima, sementara ulasan sindikasi dari pihak ketiga seperti G2 dapat terintegrasi. Amazon menyatakan ulasan pelanggan Marketplace ditinjau terlebih dulu sebelum tayang, sedangkan ulasan sindikasi mengikuti proses validasi pihak penyedia dan tidak ditinjau oleh AWS Marketplace sebelum rilis. Ulasan tidak bisa dihapus oleh penjual, tetapi komentar dapat ditambahkan selama mengikuti kriteria yang berlaku—sebuah mekanisme yang mendorong akuntabilitas reputasi produk.
Di sisi distribusi traffic, Amazon turut mendorong praktik penautan langsung ke halaman produk tertentu menggunakan format URL berbasis “prodview ID”. Bagi penjual, deep link ini menjadi alat sederhana namun efektif untuk menghubungkan kampanye periklanan, halaman dokumentasi, atau studi kasus ke titik transaksi yang spesifik, tanpa membuat calon pembeli tersesat di pencarian marketplace.
Benang merahnya jelas: kombinasi kontrol pesan, integrasi pembelian lintas-situs, dan sistem ulasan membentuk fondasi baru untuk peningkatan penjualan di ranah B2B. Dalam ekosistem yang mengandalkan kepercayaan dan efisiensi pengadaan, Amazon menempatkan promosi produk sebagai proses yang terukur—dari klik pertama hingga tagihan—bukan sekadar aktivitas branding.





