Gelombang serangan terbaru kembali dilaporkan menghantam timur Ukraina, menurut otoritas setempat, saat perang memasuki fase tekanan baru di garis depan. Di saat Kyiv masih bergulat dengan dampak rentetan drone dan rudal skala besar dalam beberapa hari terakhir, laporan dari wilayah Donetsk dan area sekitar menyebutkan adanya ledakan, kerusakan infrastruktur, serta korban yang terus didata. Situasi ini terjadi ketika Rusia meningkatkan tempo operasi memasuki musim semi, sementara Ukraina menilai kebutuhan sistem pertahanan udara dan amunisi kian mendesak. Dalam konflik yang sudah berlangsung lebih dari empat tahun sejak invasi skala penuh, perubahan pola serangan—termasuk serangan siang hari yang lebih jarang terjadi—menambah beban bagi layanan darurat, jaringan listrik, dan upaya perlindungan warga sipil. Di lapangan, pergerakan militer Rusia yang dilaporkan mendekati titik-titik strategis di Donetsk memperkuat kekhawatiran akan eskalasi ganda: dari udara dan dari darat, sekaligus menguji ketahanan keamanan kawasan dan dukungan sekutu Barat.
Serangan terbaru di timur Ukraina disebut merusak fasilitas dan memicu pendataan korban
Otoritas setempat di timur Ukraina melaporkan serangan baru yang menambah daftar insiden di wilayah garis depan, ketika kota-kota dan permukiman di Donetsk kembali menjadi sasaran. Layanan darurat setempat menyebutkan penilaian awal masih berjalan, termasuk pendataan dampak pada bangunan sipil dan utilitas publik yang selama ini menjadi penopang kehidupan sehari-hari di area konflik.
Dalam beberapa hari terakhir, Ukraina juga melaporkan rangkaian serangan udara besar-besaran yang melibatkan hampir 1.000 drone dalam satu operasi, menewaskan sedikitnya tujuh orang dan memicu kerusakan luas di berbagai wilayah. Pemerintah Ukraina menyebut gelombang pertama terjadi pada malam hari, dengan hampir 400 drone jarak jauh dan 23 rudal jelajah yang diarahkan ke target yang disebut strategis.
Pola itu kemudian diikuti serangan siang hari dengan tambahan 556 drone, sebuah pendekatan yang dinilai tidak lazim karena serangan besar umumnya dilakukan pada malam hari. Di tengah situasi yang bergerak cepat, pernyataan dari otoritas setempat di timur Ukraina menjadi penanda bahwa tekanan tidak hanya datang dari wilayah barat atau pusat, tetapi juga terus menekan wilayah yang sejak awal menjadi episentrum perang.

Gelombang drone dan rudal meluas hingga barat Ukraina, Lviv ikut terdampak
Selain laporan dari timur Ukraina, sejumlah kota di bagian barat juga disebut menjadi sasaran dalam gelombang serangan. Lviv termasuk yang terdampak, dengan laporan bahwa sebuah drone menghantam area biara Bernardine dan gereja bersejarah abad ke-16 di pusat kota yang berada dalam kawasan warisan dunia UNESCO.
Otoritas setempat menyatakan bangunan mengalami kerusakan, sementara rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan momen serangan yang memicu kepanikan warga di area padat. Bagi Ukraina, serangan terhadap situs bersejarah menambah dimensi lain dari konflik: bukan hanya soal target militer, tetapi juga tekanan psikologis dan simbolik di ruang publik.
Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut dampak serangan menjangkau sedikitnya 11 wilayah. Ia kembali meminta sekutu memperkuat bantuan, terutama amunisi pertahanan udara, dan menautkan urgensi itu dengan dinamika geopolitik yang lebih luas, termasuk konflik di Timur Tengah yang dinilainya ikut memengaruhi kalkulasi keamanan regional.
Tekanan militer di Donetsk dan Zaporizhzhia berlanjut saat diplomasi belum bergerak
Di darat, laporan medan tempur menunjukkan Rusia memanfaatkan momentum musim semi untuk menaikkan tekanan di timur dan selatan. Di Donetsk, pasukan Rusia dilaporkan bergerak perlahan namun konsisten mendekati Sloviansk, dengan jarak sekitar 20 kilometer dari pinggiran kota, sebuah perkembangan yang dipantau ketat karena nilai strategis kawasan tersebut.
Lembaga analisis Institute for the Study of War juga mencatat kemajuan pasukan Rusia di Zaporizhzhia, termasuk di sekitar Zaliznychne, bersamaan dengan laporan pengerahan tambahan personel dan peralatan berat. Dalam situasi seperti ini, ketahanan pertahanan udara menjadi faktor kunci: Kyiv menyoroti risiko menipisnya persediaan pencegat Patriot buatan Amerika Serikat yang selama ini menjadi tulang punggung menghadapi ancaman rudal balistik.
Namun Ukraina juga melaporkan keberhasilan merebut kembali sekitar 150 mil persegi wilayah di selatan Zaporizhzhia dalam beberapa bulan terakhir. Februari disebut sebagai bulan pertama sejak 2023 ketika Ukraina mencatat perolehan wilayah lebih besar dibanding yang hilang, sebuah data yang memperlihatkan bahwa dinamika perang tidak bergerak satu arah.
Analis Carnegie Endowment, Michael Kofman, menilai pola gelombang serangan mekanis Rusia di sekitar April kembali terbukti mahal dan tidak efektif, sembari menekankan bahwa pertahanan Ukraina telah beradaptasi dengan fokus pada penanggulangan unit drone. Pada saat yang sama, jalur diplomasi masih macet: pertemuan delegasi Ukraina dan Amerika Serikat di Florida dilaporkan belum menghasilkan terobosan, sementara isu Donbas tetap menjadi titik sengketa, termasuk permintaan Rusia agar Ukraina menyerahkan sepenuhnya wilayah tersebut.
Dampak lintas batas juga muncul. Moldova melaporkan salah satu jalur listrik penting yang menghubungkannya dengan Eropa mengalami kerusakan akibat serangan, dan pemerintahnya mengimbau warga mengurangi penggunaan listrik pada jam sibuk demi stabilitas jaringan. Dalam konteks keamanan kawasan, peristiwa ini menggarisbawahi bagaimana satu serangan dapat merambat ke luar medan perang, memengaruhi wilayah tetangga dan ketahanan energi.





